PENYAKIT DAN KELAINAN TULANG


A.    PENYAKIT-PENYAKIT PADA TULANG
                   I.            Pengertian Penyakit
Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya.
            Berikut penyakit-penyakit pada tulang manusia.

Rs Siaga Raya » FRAKTUR/PATAH TULANGOperasi Patah Tulang Hewan Denpasar | Klinik Hewan Denpasar

a.      Fraktura/Fracture/Patah Tulang
Fraktura tulang atau patah tulang adalah terputusnya  jaringan tulang dan/atau tulang rawan baik seluruhnya atau hanya sebagian yang sebagian besar terjadi akibat paksaan/benturan. Trauma yang menyebabkan tulang patah dapat berupa trauma langsung, misalnya benturan pada lengan bawah yang menyebabkan fraktur radius dan ulna, dan dapat berupa trauma tidak langsung, misalnya jatuh bertumpu pada tangan yang menyebabkan tulang klavikula atau radius distal patah.
Ø  Penyebab
Patah tulang merupakan akibat dari cedera, kelebihan beban, seperti kecelakan mobil, olah raga atau karena jatuh. benturan, tekanan, gaya langsung, gaya tidak langsung (gaya yang terjadi pada suatu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relative lemah, sehingga akhirnya bagian tersebut yang patah), gaya puntir. Sedangkan Fraktur patologis (patologi adalah ilmu yang mempelajari penyakit, analisis, dan pengambilan sampel jaringan, sel, dan cairan tubuh.), disebabkan oleh adanya faktor patologis: tumor, infeksi, osteoporosis tulang.
Ø  Faktor yang mempengaruhi jenis dan parahnya patah tulang:
-          Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang
-          Usia penderita
-          Kelenturan tulang
-          Jenis tulang.


Ø  Jenis patah tulang
a)      Patah Tulang Tertutup
Patah tulang tertutup adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya tidak melukai/merobek daging dan kulit yang ada di dekatnya. Patah tulang ini bisa menjadi terbuka jika patahan tulangnya semakin parah dan menusuk daging/kulit hingga menimbulkan luka berdarah.
b)      Patah Tulang Terbuka
Patah tulang terbuka adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya membuat daging dan kulit yang ada di sekitar patahan tulang menjadi sobek terluka.
Ø  Gejala Setelah Patah Tulang
Terjadi perubahan bentuk (deformitas) pada anggota badan yang patah. Cara yang paling baik untuk menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat.
-          Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
-          Bengkak, disertai memar/perubahan warna di daerah yang cidera.
-          Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, fungsi terganggu (Fungsiolaesa)
-          Terdengar suara berderak atau akibat gesekan ujung-ujung tulang yang patah (krepitasi) pada daerah yang patah (tidak perlu dibuktikan dengan menggerakkan bagian cidera tersebut)
-          Darah bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat ceSdera.
Pembidaian, adalah berbagai tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagian yang patah. Dilakukan dengan cara menempatkan benda keras di daerah sekeliling tulang. Tujuannya:
(1) Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah
(2) Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulang yang patah
(3) Memberi istirahat pada anggota badan yang patah
(4) Mengurangi rasa nyeri
(5) Mempercepat penyembuhan
(6) Pemasangan gips

Ø  Pengobatan:
a)      Antibiotika
b)      ATS (Anti Tetanus Serum)
c)      Anti inflamasi (anti radang)
d)      Analgetik/pengurang rasa sakit

b.      Fisura (retak tulang)
Fisura atau retak tulang.merupakan fraktur yang disebabkan oleh cedera tunggal hebat atau oleh cedera terus menerus yang cukup lama yang menyebabkan terjadinya keretakan pada tulang, akan tetapi tulangnya yang retak tersebut masih bisa disambung kembali. Fisura masih dapat diperbaiki karena periosteum akan membentuk kalus (sambungan).
Ø  Penyebab
1.      Benturan
2.      Kecelakaan

c.       Rakhitis



Rakitis - Tribunnewswiki.com Mobile


Rakhitis adalah kelainan bentuk atau terjadinya pembengkokan pada tulang kaki sehingga membentuk huruf X atau O. Rakhitis adalah salah satu penyakit anak yang paling sering di banyak negara berkembang.
-          Penyebab utama adalah kekurangan vitamin D, namun kekurangan kalsium yang memadai dalam diet juga dapat menyebabkan rakhitis (kasus diare berat dan muntah dapat menjadi penyebab kekurangan).
-          pelunakan tulang pada anak-anak karena kekurangan atau gangguan metabolisme vitamin D, magnesium, fosfor atau kalsium, berpotensi menyebabkan patah tulang

d.      Nekrosis



Ketahui Penyebab Avascular necrosis Propolis Brazillian | Pusat ...



Nekrosis adalah terjadinya kematian dan mengeringnya sel-sel tulang yang disebabkan oleh rusaknya selaput tulang (periosteum), sehingga makanan tidak sampai ketulang.
Ø  Penyebab
-          faktor-faktor eksternal sel atau jaringan, seperti infeksi, racun, atau trauma yang mengakibatkan pencernaan tidak teratur komponen-komponen sel.
e.       Layuh Semu  


Penyakit Tulang Layuh Semu - Macam JenisGangguan pada sistem gerak.


Layuh semu, yaitu yaitu penyakit tulang akibat rusaknya cakra epifise karena adanya infeksi sifilis sejak dalam kandungan, sehingga tulang menjadi tidak bertenaga (layuh).
Penyebab layuh semu atau layuh sendi adalah akibat dari rusaknya akraepifisis tulang anggota gerak.
f.        Osteoporosis

Mengenal Penyakit Tulang Osteoporosis dan Osteotritis

Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang lemah, mudah patah dan keropos sehingga tulang tidak dapat berfungsi secara normal dan baik. Osteoporosis terjadi karena kepadatan tulang berkurang terutama pada manusia yang sudah berusia lanjut atau sudah mengalami menopause pada manusia. Osteoporosis terjadi karena terserangnya tulang trabecular atau yang disebut juga tulang berongga bagian dalam sehingga kekuatan tulang akan berkurang secara drastis..
Ø  Penyebab
-          Kekurangan Zat Kapur (Kalsium) didalam tulang
-          Merokok
-          Mengonsumsi narkoba
-          Kelebihan hormone Kortikoid (Hormon kotikoid adalah hormon yang mengatur sistem penyerapan Na di dalam darah.)
Ø  Pencegahan
-          Menghentikan kebiasaan buruk
-          Bersahabat dengan sinar matahari pag
-          Menerapkan pola makan sehat

g.      Penyakit Paget

Penyakit Penyakit Paget - Gejala, Penyebab, Pengobatan ...MUSKULOSKELETAL: Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans)


Penyakit Paget adalah kondisi tidak normal yang mengganggu proses regenerasi tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mengalami deformitas (kelainan bentuk). gangguan tulang yang menyebabkan kerusakan abnormal di jaringan tulang pada bagian-bagian tertentu dari tulang. Biasanya tulang tampak lebih tebal dan lebih besar. Suatu jenis sel yang disebut osteoklas bertanggung jawab untuk merusak jaringan tulang. Osteoklas yang terlalu aktif menyebabkan pembentukan tulang bekerja dengan cepat untuk mengganti tulang yang hilang. Namun, jaringan tulang baru yang tidak teratur membuat tulang rapuh dan mudah patah. Ini biasanya melibatkan tulang belakang, panggul, kaki, atau tengkorak, meskipun tulang apapun dapat terpengaruh.
a)      Gejala Penyakit Paget
-          Nyeri tulang. Nyeri biasanya terasa tumpul (seperti ditekan atau diremas), konstan, dan meningkat di malam hari.
-          Nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Hal ini terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan yang menjadi bantalan sendi.
-          Gangguan saraf. Terjadinya penekanan atau kerusakan pada saraf akibat penyakit Paget dapat dikenali dari tanda-tanda berupa nyeri yang menjalar dari tulang belakang ke kaki atau dari leher ke lengan dan dada, mati rasa atau kesemutan, lumpuh pada sebagian tubuh, gangguan keseimbangan, atau gangguan buang air besar dan berkemih.
-          Gangguan lainnya, seperti tulang rapuh, bentuk tulang berubah, hiperkalsemia (kadar kalsium berlebihan di dalam darah), dan penyakit jantung. Selain itu, sakit kepala, telinga berdengung (tinnitus), vertigo, dan hilang pendengaran juga bisa terjadi apabila penyakit Paget menyerang tulang tengkorak.
b)      Penyebab penyakit paget
-          Sel osteoclast berfungsi secara tidak normal, sehingga penyerapan jaringan tulang terjadi terlalu cepat.
-          Hal ini turut memicu osteoblast untuk bekerja lebih cepat dan membuat jaringan tulang baru dalam struktur yang lebih besar, namun lemah.
c)      Pengobatan Penyakit Paget
-          Pemberian obat-obatan. Umumnya obat yang diberikan adalah bisphosphonates atau calcitonin. Dapat juga diberikan pereda rasa sakit.
-          Pembedahan.  Dilakukan untuk mengatasi keretakan atau patah tulang, mengganti persendian yang rusak, memperbaiki perubahan bentuk pada tulang, serta mengurangi penekanan pada saraf.
-          Fisioterapi, untuk menguatkan otot-otot dan meningkatkan keseimbangan tubuh pasien.
-          Pengaturan nutrisi. Pasien akan diminta untuk memperbanyak konsumsi makanan serta minuman yang mengandung kalsium dan vitamin D.

h.      Kanker Tulang (Osteosarkoma)

Tergolong Penyakit Langka Tetapi Kanker Tulang Perlu Diwaspadai ...Kenali Kanker Tulang Dari Jenis, Gejala dan Pengobatannya Berikut Ini



Kanker tulang adalah jenis kanker yang menyerang tulang. Penyakit ini dapat diidap oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Kanker tulang terbagi menjadi dua, yaitu kanker tulang primer dan sekunder. Dinamakan kanker tulang primer bilamana kanker tersebut muncul dan berkembang langsung di dalam tulang. Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker yang berasal dari bagian tubuh lain yang menyebar ke tulang-tulang.
Seluruh tulang di dalam tubuh bisa terserang oleh penyakit ini, namun sebagian besar terjadi pada tulang kaki dan lengan.
a)      Gejala Utama Penyakit Kanker Tulang
-          Nyeri. Seseorang yang terkena kanker tulang akan merasakan nyeri pada daerah tulang yang diserang, dan nyeri akan semakin meningkat saat bergerak. Nyeri biasanya akan dirasakan terus menerus hingga malam hari.
-          Pembengkakan. Daerah sekitar tulang yang terkena kanker akan mengalami pembengkakan dan berwarna kemerahan. Jika pembengkakan terjadi di tulang yang dekat dengan persendian, maka gerakan akan menjadi sulit dan terbatas.
-          Tulang rapuh. Kanker tulang menyebabkan tulang menjadi lemah atau rapuh. Bahkan jika sudah parah, jatuh ringan atau cedera kecil saja bisa membuat tulang patah.
b)      Penyebab Kanker Tulang
-          Paparan radiasi tinggi dari suatu pengobatan yang pernah dialami penderita, misalnya radioterapi.
-          Pernah memiliki riwayat suatu jenis kanker mata yang disebut retinoblastoma saat kecil.
-          Menderita sindroma Li-Fraumeni, sebuah kondisi genetika yang langka.
-          Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan melemahnya tulang.
-          Menderita penyakit hernia umbilitikus sejak lahir.
c)      Pengobatan Kanker Tulang
-          Operasi pengangkatan tulang.
-          Amputasi.
-          Kemoterapi
-          Mifamurtide

i.        Osteomalacia


Post | physiomedicalclinic


Secara harfiah, osteomalacia berarti “tulang lunak”. Pada osteomalacia, proses mineralisasi tulang mengalami gangguan, sehingga tulang tidak dapat mengeras dan menjadi rentan bengkok atau bahkan patah.
Meskipun sama-sama dapat menyebabkan patah tulang, osteolamacia berbeda dengan osteoporosis. Osteomalacia terjadi akibat tidak sempurnanya proses perkembangan tulang sehingga tulang tidak mengeras, sedangkan osteoporosis adalah pengeroposan tulang yang sudah jadi.
a)      Penyebab
Jika tubuh kekurangan Kalsium dan fosfat, maka seseorang berisiko terkena osteomalacia. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan (defisiensi) vitamin D.
b)      Pengobatan Osteomalacia
-          Asupan suplemen vitamin D.
-          Pengaturan pola makan.
-          Penyerapan vitamin D dari sinar matahari
-          Asupan suplemen kalsium atau fosfor.

B.     KELAINAN – KELAINAN PADA TULANG

Kelainan Pada Tulang Belakang Manusia disertai Gambar ...


                II.            Pengertian Kelainan
Penyakit genetik atau kelainan genetik adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan oleh satu atau lebih gen yang menyebabkan sebuah kondisi fenotipe klinis. Beberapa penyebab penyakit genetik antara lain:
-          Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam sindrom Down (adanya ekstra kromosom 21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).
-          Mutasi gen berulang yang dapat menyebabkan sindrom X rapuh atau penyakit Huntington.
-          Gen rusak yang diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga dikenal dengan istilah penyakit keturunan. Kondisi ini terjadi ketika individu lahir dari dua individu sehat pembawa gen rusak tersebut, tetapi dapat juga terjadi ketika gen yang rusak tersebut merupakan gen yang dominan.
Arti kata kelainan menurut KBBI ; Kelainan [ke·la·in·an] ; Kata Nomina (kata benda)
Dari kata dasar: lain.
-          perbedaan;
-          perihal (keadaan) yang menyalahi (atau menyimpang dari kebiasaan); penyimpangan.
1. Skoliosis
Kelainan pada tulang manusia, yaitu skoliosis merupakan kondisi tulang belakang yang melengkung ke samping. Skoliosis ini biasanya terjadi pada anak-anak antara 10 hingga 15 tahun. Namun, ada juga kasus skoliosis yang terjadi pada orang dewasa. Biasanya anak perempuan lebih rentan terkena gangguan skoliosis ini.
Skoliosis memiliki beberapa gejala. Gejala yang paling terasa oleh penderita skoliosis adalah sulitnya bernapas dan rasa nyeri pada bagian tulang belakang. Jika skoliosis itu sudah parah, maka kemungkinan penderita juga bisa menderita beberapa gejala seperti berikut ini:
a)      Penampilan atau postur tubuh penderita skoliosis akan terlihat condong ke satu sisi.
b)      Pinggul akan nampak menonjol di salah satu sisi.
c)      Bahu kanan dan kiri tidak sama tingginya.
d)      Salah satu tulang belikat nampak menonjol karena tertekan.
e)      Kadang, panjang kaki kanan dan kiri juga tidak sama.
f)       Rasa nyeri pada bagian punggung, khususnya pada penderita skoliosis yang parah. Rasa nyeri akan lebih terasa jika lengkungan skoliosis bertambah.
g)      Penyebab Kelainan Tulang Skoliosis
h)      Perawatan Pengobatan Skioliosis
i)       Perawatan terhadap penderita skoliosis bisa dilakukan dengan banyak cara, tergantung dari tingkat parahnya skolosis tersebut. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:
j)       Observasi, perlu dilakukan secara rutin selama sekian bulan sekali. Tujuannya untuk memantau perkembangan pelengkungan tulang belakang.
k)      Penyangga, diperlukan untuk membantu pasien menghentikan pertambahan derajad kelengkungan tulang belakang.
l)       Obat, hanya bisa diminum oleh penderita skoliosis dewasa. Fungsi dari obat-obatan ini pun tidak bisa menyembuhkan pasien, melainkan hanya meringankan rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien.
m)   Operasi, hanya bisa dilakukan jika perawatan lainnya pada pasien tidak berhasil. Operasi yang dilakukan ini tentu akan memiliki risiko, seperti pembekuan darah atau kelumpuhan saraf. Hal ini terjadi karena operasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan penyangga berupa besi atau pengambilan bagian tulang yang menekan saraf-saraf.
n)      Fisioterapi, bisa dilakukan untuk membantu melenturkan otot dan tulang. Namun sebelum melakukan fisioterapi, lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter ahli tulang.
2. Lordosis
Lordosis adalah penyakit kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan punggung penderita terlalu melengkung masuk pada daerah pinggang. Lordosis disebabkan oleh sikap tubuh yang buruk, pembentukan tulang punggung yang kurang sempurna sejak lahir, dan beberapa faktor lainnya. Penderita lordosis juga memiliki postur tubuh yang tidak ideal, karena adanya kelainan pada struktur tulang belakang ini.
Beberapa penyebab yang paling umum terjadi antara lain :
a)      Postur tubuh yang buruk, bisa diakibatkan karena aktivitas salah yang dilakukan secara terus menerus sehingga mempengaruhi bentuk tulang belakang.
b)      achondroplasia, yakni gangguan pada pertumbuhan tulang yang selama ini juga dikenal sebagai penyebab umum dwarfisme atau kekerdilan, dan distrofi otot.
c)      Kegemukan, yang mengakibatkan tulang belakang perlahan-lahan berubah struktur.
d)      Osteoporosis, yang menyebabkan keroposnya tulang sehingga strukturnya tidak lagi ideal.
e)      Gangguan disk pada tulang belakang.
f)       Spondylolisthesis.
g)      Alas kaki dengan hak tinggi akan meningkatkan risiko lordosis. Hak tinggi menyebabkan pusat gravitasi tubuh berpindah ke depan dan peningkatan kelengkungan tulang punggung.
h)      Posisi tubuh mempengaruhi juga ketika berdiri dalam waktu yang sangat panjang, maka akan terjadi pergeseran pada tulang belakang bagian pinggang. Lordosis akan lebih terlihat pada mereka yang memiliki otot pada bagian pinggang lemah.
Perawatan penderita lordosis tidak jauh berbeda dengan skoliosis, yaitu obat untuk penghilang rasa sakit yang dirasakan pada bagian punggung, fisioterapi, melakukan olahraga seperti yoga dengan gerakan yang disesuaikan untuk lordosis, menurunkan berat badan untuk mengurangi lengkungan, menggunakan penyokong untuk mencegah parahnya lengkungan, serta menjalani operasi untuk kasus lordosis yang lebih parah lagi. kasus lordosis bersifat ringan, artinya akan hilang dengan sendirinya saat seorang anak tumbuh dewasa. Namun bila kasusnya lebih parah, dokter akan memberikan penanganan sesuai usia, riwayat kesehatan anak, dan juga penyebab lordosisnya. Biasanya, tujuan penanganan adalah untuk menghentikan perkembangan lengkungan dan mencegah deformitas.
3. Kifosis
Kelainan pada tulang manusia yaitu, kifosis adalah kelainan tulang belakang yang menyerang bagian atas, sehingga penderita kifosis biasanya memiliki postur tubuh yang bungkuk. Kelainan ini membuat ada lengkungan yang berlebihan pada bagian atas tulang belakang, sehingga muncul bentuk yang condong ke depan.
Gejala yang paling terlihat pada penderita kifosis adalah postur tubuhnya yang tidak sempurna, yaitu adanya lengkungan di daerah punggung bagian atas yang menyerupai punuk. Selain itu, area bahu kebanyakan juga melengkung ke depan. Beberapa penderita kifosis bisa saja merasakan rasa nyeri di bagian punggung karena adanya ketidakstabilan postur tubuh. Beberapa penderita kifosis parah bahkan mengalami kesulitan bernafas, karena saluran pernafasan yang terhimpit atau tertekan. Dalam beberapa kasus, penderita kifosis juga akan mengalami kelelahan yang sering terjadi.


Penyebab penyakit kifosis, kelainan kifosis ini bisa disebabkan oleh banyak hal, diantaranya:
a.       Osteoporosis, yang merupakan kondisi dimana tulang kekurangan kalsium dan kekuatan, sehingga terjadi keropos tulang. Keropos tulang dapat menyebabkan ketidakstabilan postur tubuh pada tulang belakang.
b.      Disk degenerasi yang mengering dan menyusur sehingga menyebabkan kondisi yang bengkok pada tulang belakang.
c.       Penyakit Scheuermann, yang lebih rentan menyerang anak laki-laki
d.      Cacat lahir, karena kurang sempurnanya pertumbuhan tulang di masa kehamilan sehingga ketika bayi lahir terjadi kifosis.
e.       Sindrom Marfan atau penyakit Prader-Willi.
f.        Kanker dan kanker perawatan di tulang belakang dapat menyebabkan kondisi tulang belakang tidak lagi seimbang sehingga bisa memicu munculnya lengkungan kifosis
g.      Kelemahan oto di punggung atas.
h.      Arthritis atau penyakit degenasi pada tulang lainnya.
i.        Cedera tulang belakang.
Jenis dari Kifosis :
·         Kifosis Postural
Kifosis postural diakibatkan oleh postur tubuh yang buruk, baik saat berdiri maupun tengkurap. Kifosis postural lebih sering didapati pada orang tua, namun sesungguhnya kelainan ini terjadi karena kebiasaan sejak remaja. Para remaja harus mampu mengkoreksi sendiri punggung yang bungkuk agar tidak mengalami kifosis postural di kemudian hari.
·         Kifosis Idiopatik (Penyakit Scheuermann)
Penyebab pasti kifosis idiopatik belum diketahui, namun faktor keturunan sangat mungkin turut berperan serta. Penderita kifosis idiopatik tidak dapat memperbaiki kifosis pada posisi berdiri atau tengkurap.
·         Kifosis Kongenital
Kifosis kongenital disebabkan oleh kegagalan pembentukan tulang punggung yang sempurna. Kifosis jenis ini dialami oleh bayi dan anak-anak.
Langkah – langkah berikut ini akan membantu meringankan gejala dari kifosis :
a)      Obat pereda nyeri (analgesik),
b)      Fisioterapi (untuk membantu membangun kekuatan otot),
c)      Yoga (untuk meningkatkan kesadaran tubuh dan membangun kekuatan, fleksibilitas, dan berbagai gerakan),
d)      Penurunan berat badan.
e)      Penyokong (pada anak-anak dan remaja),
f)       Perawatan chiropractic (untuk memperbaiki keselarasan tulang belakang), dan
g)      Operasi (pada kasus yang berat).


3 Kelainan Pada Tulang Belakang Dengan Penyebab dan Penjelasannya ...
Ini ada sedikit cuplikan video tentang penyakit dan kelainan tulang
selamat menyaksikan







Comments

Popular posts from this blog

CEDERA OLAHRAGA STRAIN

MYOLOGI

LANGKAH-LANGKAH TEKNIK DASAR DALAM TENIS MEJA