CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN ENERGI HARIAN SESUAI DENGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI
CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN ENERGI HARIAN SESUAI DENGAN
AKTIVITAS SEHARI-HARI


Bingung bagaimana cara menentukan pola makan dan gizi
untuk kesehatan dan kebugaran jasmani? Bagaimana kita tau energy yang
diperlukan dalam tubuh kita? Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara
cara menghitung kebutuhan energi harian sesuai dengan aktivitas sehari-harinya,
namun sebelum kesana kita itu harus tahu tentang hal yang berpengaruh terhadap
penggunaan energy dalam aktivitas sehari-hari.
Bergerak merupakan salah satu bentuk ciri dari makhluk
hidup. Bergerak dapat dibedakan menjadi movement dan motorik. Movement
merupakan gerakan yang berasal dari luar sehingga mudah untuk diamati. Motoric
merupakan gerakan yang bersifat internal karena sukar untuk diamati. Manusia
pastilah melakukan kedua gerakan tersebut setiap harinya karena manusia tidak
terlepas dari berbagai kegiatan aktivitas yang dilakukannya setiap hari.
Kalori sangat penting bagi tubuh manusia. Tanpa
kalori, sel-sel dalam tubuh akan mati, dan organ-organ vital seperti jantung
dan paru-paru tidak akan mampu melaksanakan fungsi dasarnya. Energi dapat
diartikan sebagai daya atau kemampuan bekerja (Beck, 2000:73). Sedangkan energi
menurut Cakrawati dan Mustika (2014.39) adalah Zat yang diperlukan untuk
makhluk hidup untuk mempertahankan hidup, menunjang pertumbuhan dan melakukan
aktivitas fisik". Dari pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa
energi merupakan zat untuk diperlukan di berbagai proses tubuh yang pada
akhirnya untuk melakukan gerakan. Perwujudannya terjadi melalui berbagai cara
seperti energi panas, energi listrik, energi cahaya atau pun energi mekanis. Satuan
energi dinyatakan dalam unit panas atau kilokalori, satu kilokalori adalah
jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu air 1 kg sebanyak 1'C. Sering
juga digunakan istilah kalori. Istilah kilokalori digunakan untuk menyatakan
jumlah kilokalori tertentu. Sedangkan istilah kalori digunakan untuk menyatakan
energi secara umum Kalorimetri adalah pengukuran jumlah panas yang dikeluarkan.
Nilai energi bahan makanan dan pengeluaran energi sehari seseorang diukur dengan
cara kalorimetri dan diucapkan dalam kilokalori.
Sebagai unit dari energi, kalori mengacu pada energi
yang diperoleh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari. Tubuh
kemudian memakai energi tersebut sebagai bahan bakar untuk melakukan berbagai
aktivitas. Yang sering menjadi masalah, kita tidak tahu berapa banyak kalori
yang harus dimakan setiap hari untuk tetap sehat tanpa mengkhawatirkan soal
berat badan. Padahal terlalu banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi akan
menimbulkan risiko kesehatan seperti obesitas, meningkatkan risiko stroke,
penyakit jantung, dan kanker. Yang perlu diketahui, kandungan gula pada makanan
berkalori tinggi menjadi sumber kalori ekstra yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
Kalori ekstra tersebut berkontribusi dalam menambah berat badan dan juga
berperan menyebabkan penyakit jantung.
Banyak penelitian dilakukan untuk memberikan data yang
akurat mengenai jumlah kalori yang kita butuhkan dalam satu hari. Menurut
Pedoman Diet 2015-2020 untuk orang Amerika, wanita cenderung membutuhkan antara
1.600 hingga 2.400 kkal sehari, dan pria dari 2.000 hingga 3.000 kkal sehari.
Mengutip laman webmd.com, rekomendasi Institute of Medicine menyebutkan wanita
aktif usia 31 – 50 tahun membutuhkan 2200 kkal per hari, sedangkan pria aktif
usia 31 – 50 membutuhkan 2800 hingga 3000 kkal per hari.
Di Indonesia, berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan
Gizi (AKG) dari Kementerian Kesehatan RI, rata-rata kebutuhan untuk pria usia
30 – 49 tahun adalah 2625 kkal per hari. Sedangkan perempuan usia 30 – 49 tahun
adalah 2150 kkal per hari, demikian seperti dikutip dari laman
depkes.go,id. Namun, sebenarnya
kebutuhan kalori masing-masing individu berbeda-beda, tergantung dari usia,
berat badan, tinggi badan, gaya hidup, kesehatan dan aktivitas fisik yang dilakukannya.
Namun kisaran kalori yang umum dapat membantu jika Anda ingin mempertahankan
atau menurunkan berat badan.

Bergeraknya anggota tubuh pada saat diam dan bergerak karena adanya kontraksi otot atau gerakan otot. Gerakan otot tidak sadar (involunter) seperti gerakan detak jantung, saluran pencernaan dan gerakan otot yang terlibat dalam kegiatan respirasi. maupun otot sadar (volunter) seperti berjalan. berolahraga dan bekerja memerlukan energi.
Dalam tubuh kita bekerja dua jenis energi, yakni
energi kimia yang berupa metabolisme makanan dan energi mekanik berupa
kontraksi otot untuk melakukan gerak. Energi yang diperlukan untuk kerja otot
diperoleh dari zat makanan yang dikonsumsi setiap hari, terdiri atas zat gizi
makro meliputi karbohidrat, lemak dan protein Energi dan zat gizi yang
diperlukan oleh setiap orang dalam jumlah sesuai dengan kebutuhan berdasarkan
jenis kelamin, berat badan, lama dan berat ringannya aktivitas fisik. Secara
umum makanan seorang atlet harus mengandung semua zat gizi makro dan mikro.
Manfaat aktivitas fisik terhadap kesehatan
Penelitian telah membuktikan adanya manfaat aktivitas
fisik terhadap kesehatan pada berbagai kelompok (pria, perempuan anak, remaja,
dewasa, usia lanjut, orang dengan gangguan fisik disabilities, ibu hamil dan
ibu menyusui), seperti:
1. Mencegah
kematian dini,
2. Mencegah
penyakit tidak menular al penyakit jantung koroner, stroke, kanker, diabetes type
2, osteoporosis dan depresi:
3. Menurunkan
risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol darah tinggi
4. Meningkatkan
kebugaran fisik dan kekuatan otot:
5. Meningkatkan
kapasitas fungsional (kemampuan melakukan kegiatan dalam kehidupan
sehari-hari);
6. Mengoptimalkan
kesehatan mental dan fungsi kognitif
7. Mencegah
trauma dan serangan jantung mendadak
(sumber: Ucu Muhammad, 2020:61-62)
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan
energi harian sesuai dengan aktivitas sehari-harinya.
1. Aktivitas
yang dilakukan sehari-hari
Aktivitas
yang dilakukan setiap orang itu berbeda-beda ada yang tinggi atau padat dan ada
yang rendah atau longgar. Aktivitas sehari-hari disini seperti kegiatan rutin
yang dilakukan dalam 1 minggu contoh nya mencuci, belajar, latihan
ekstrakulikuler, bertani dll. Perbedaan setiap aktivitas pun memiliki perbedaan
pemakaian energy juga Aktivitas seperti belajar disekolah dengan latihan
sepakbola itu pemakaian energinya berbeda.
2. Usia
Tubuh manusia
mengalami beberapa fase pertumbuhan dan perkembangan. Disetiap fase pertumbuhan
dan perkembangan memiliki karakteristik dalam pencapaian kematangan. Energy yang
digunakan oleh anak kecil tentu akan berbeda dengan masa adolesensi atau
dewasa. Semakin tua usia semakin banyak aktivitas sehari-harinya namun akan
berkurang ketika tubuh seseorang tidak mampu mengerjakan aktivitas yang berat
karena usia yang sudah tua atau dikarenakan penyakit dan kelainan.
3. Berat
badan dan tinggi badan
Massa tubuh
menunjukan jumlah sel dan unsur yang terdapat dalam tubuh. Seseorang yang besar
dan tinggi akan membutuhkan lebih banyak energy karena jumlah sel dalam
tubuhnya pun banyak.
4. Jenis
kelamin
Umumnya laki-laki
lebih tinggi penggunaan energy nya dibandingkan perempuan karena kebanyakan
aktivitas yang dilakukan laki-laki itu berat. Hormone laki-laki dan perempuan
juga berbeda.
NO
|
Zat Gizi
|
Kandungan Gizi (%)
|
1
|
karbohidrat
|
40-70
|
2
|
Lemak
|
20-45
|
3
|
Protein
|
12-20
|
Sumber : Kemenkes
RI dalam buku pedoman gizi olahraga prestasi (2014:15) dikutip dari (Ucu Muhammad,
2020:51).
Sedangkan
vitamin, mineral dan air tidak menghasilkan energi namun dibutuhkan untuk
membantu metabolisme energi. Selain itu zat gizi mikro juga diperlukan tubuh
untuk melaksanakan fungsi-fungsi fisiologis seperti kontraksi otot jantung dan
anggota gerak), transmisi syaraf. kesehatan tulang dan lain-lain. Untuk
menentukan kebutuhan energi dan zat gizi semua cabang olahraga maka olahraga
dapat dilihat pada tabel 5.1.
Tabel 5.1 Pengelompokkan
Olahraga Berdasarkan Sistem Kerja Saraf Otot untuk Penentuan Kebutuhan Energi
dan Zat Olahraga
Zat Gizi
|
Olahraga
|
|||
Power
|
Endurance
|
Sprint
|
Permainan
|
|
Karbohidrat
|
45%-50%
|
60%-65%
|
50%-60%
|
50%-60%
|
Lemak
|
30%-35%
|
25%-30%
|
25%-30%
|
30%-35%
|
Protein
|
17%-20%
|
12%-15%
|
16%-18%
|
12%-15%
|
Cabang Olahraga
|
Angkat Besi, Tolak Peluru,
Tinju
|
Marathon, Lari Jarak
Menengah, Lari Jarak Jauh, Renang Diatas 400m, Sepeda Road Race
|
Lari 100 M, 200 M, Renang 25
M, Sepeda Velodrome
|
Sepak Bola, Bola Voli, Bola
Basket, Sepak Takraw, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Tenis Lapangan.
|
Sumber
Kemenkes RI dalam buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi (2014:16) dikutip dari (Ucu
Muhammad, 2020:52).
Perhitungan kebutuhan Energi
Sumber
energi diperolah dari makanan yang dimakan, baik dari karbohidrat, protein dan
lemak. Nilai energi yang dihasilkan dari karbohidrat, protein dan lemak
berbeda-beda, yaitu :
1 gram
karbohidrat mengandung 4 kalori
1 gram protein
mengandung 4 kalori
I gram
lemak mengandung 9 kalori.
Komponen
yang diperlukan untuk perhitungan kebutuhan energi menurut Kemenkes RI dalam
buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi (2014.16) adalah "Basal Metabolic Rate
(BMR), Specific Dynamic Action (SDA), Aktivitas fisik, Energy Expenditure untuk
setiap jenis dan lama latihan Anak-anak atau orang dewasa yang baru sembuh dari
sakit dan mengalami penurunan berat badan memerlukan energi tambahan untuk
pertumbuhan jaringan yang baru sementara ibu hamil dan menyusui membutuhkan
energi tambahan untuk mempertahankan pertumbuhan janin atau bayinya.
Metabolisme
Basal atau Basal Metabolic Rate (BMR) Metabolisme basal atau energi basal
sering diistilahkan dengan Angka Metabolisme Basal (AMB) atau Laju Metabolisme
Basal (BMR) Banyak para ahli memberikan penjelasan tentang Angka Metabolisme
Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR). menurut Muchtadi (2009:198) adalah
"Energi metabolisme seorang subyek pada kondisi istirahat baik fisik
maupun mental dan mempunyai suhu tubuh yang normal serta dalam keadaan past
sorptive' yaitu 12 jam setelah makan yang terakhir". Angka Metabolisme
Basal (AMB) atau Basal Metabolic Rate (BMR) merupakan energi yang dikeluarkan
pada saat istirahat (tidak melakukan aktivitas fisik) hanya organ bagian dalam
tubuh yang melakukan gerakan.
Secara
praktis Basal Metabolic Rate (BMR) seseorang dapat dihitung dengan mengalikan
berat badan dengan 24 kalori (BB X 24). Juga dapat ditentukan dengan
menggunakan rumus regresi linier, FAO/WHO/UNU/1985 telah mengeluarkan rumus
untuk menaksir nilai AMB/BMR dari berat badan seperti pada tabel 5.2.
Tabel 5.2
Perhitungan Basal Metabolisme Rate (BMR) menurut Usia dan Jenis Kelamin
Umur
(tahun)
|
BMR/AMB (kkal/hari)
|
|
Laki-laki
|
perempuan
|
|
0 - 3
|
(60,9 x berat badan) - 54
|
(60,0 x berat badan) - 51
|
3 - 9
|
(22,7 x berat badan) + 495
|
(22,5 x berat badan) + 499
|
10 - 17
|
(17,5 x berat badan) + 651
|
(12,2 x berat badan) + 746
|
18 - 29
|
(15,3 x berat badan) + 679
|
(14,7 x berat badan) + 496
|
30 - 60
|
(11,6 x berat badan) + 879
|
(8,7 x berat badan) + 829
|
> 60
|
(13,5 x berat badan) + 487
|
|
Sumber :
Almatsier, sunita (2009:142) dikutip dari dikutip dari (Ucu Muhammad, 2020:56-57).
Indeks
Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) merupakan penilaian status gizi
seseorang yang di tandai dengan berat badannya. Untuk mengetahui berat badan
yang normal seseorang dapat menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk anak
balita, anak sekolah, remaja, ibu hamil, dan kelompok usia lanjut. Untuk
mengetahui status gizi orang dewasa berusia di atas 18 tahun menggunakan Indeks
Massa Tubuh (IMT).
Untuk
mengetahui nilai Indeks Massa Tubuh (IMT), dapat dihitung dengan rumus berikut
:
Batas
ambang Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk Indonesia meruiuk kepada FAO/WHO. Batas
ambang tersebut dapat dilihat pada tabel 5.3 sebagai berikut :
Tabel 5.3 status gizi
Status gizi
|
IMT
|
|
Sangat kurus
|
Kekurangan berat badan tingkat berat
|
< 17,0
|
Kurus
|
Kekurangan berat badan tingkat ringan
|
17,0 – <18,5
|
Normal
|
18,5 –25,0
|
|
Gemuk (overweight)
|
Kelebihan berat badan tingkat ringan
|
> 25,0 – 27,0
|
obese
|
Kelebihan berat badan tingkat berat
|
>27,0
|
Specific
Dynamic Action (SDA)
Specific
Dynamic Action (SDA) menurut Kemenkes RI dalam buku Pedoman Gizi Olahraga
Prestasi (2013:16) adalah "Energi yang dibutuhkan untuk mencerna zat-zat
gizi makro". Menurut Kemenkes RI dalam buku Pedoman Gizi Olahraga Prestasi
(2013:16) yaitu "Untuk mencerna karbohidrat dibutukan sebesar 6 - 7% dari
BMR, untuk mencerna protein 20 - 30% dari BMR dan untuk mencerna lemak
dibutuhkan sebesar 4 - 14% dari BMR. Untuk bahan makanan campuran yang terdiri
dari karbohidrat, protein dan lemak SDA nya adalah sebesar 10% dari BMR".
Pertumbuhan
Umur
(tahun)
|
Tambahan
Energi
|
10 -14
|
2 kalori/Kg Berat Badan
|
15
|
1 kalori/Kg Berat Badan
|
16-18
|
0,5 kalori/Kg Berat Badan
|
Cara
Menghitung Kebutuhan Energi
Kebutuhan
energi dapat dihitung berdasarkan komponen-komponen penta energi. Berdasarkan
komponen-komponen tersebut, terdapat 5 - 6 langkah dalam menghitung kebutuhan
energi untuk setiap orang atau atlet Berikut cara perhitungan kebutuhan energi:
1. Tentukan
status gizi dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) (Tabel 5.3).
2. Tentukan
Basal Metabolic Rate (BMR) (Tabel 5.2).
3. Tentukan
Specific Dynamic Action (SDA) (Besarnya SDA = 10% BMR).
4. Tentukan
energi aktivitas fisik. (Tabel 5.4) (Energi aktivitas fisik = Faktor aktivitas
fisik x (BMR + SDA))
5. Tentukan
energi untuk berlatih atau bertanding. (Tabel 5.5) Energi latihan per hari Lama
latihan (jam/mg) x Besarnya chergi: 7)
6. Tambahan
kalori pertumbuhan (Apabila masih dalam usia pertumbuhan sampai usia 18 tahun)
(Tabel 5.6)
Contoh Menghitung kebutuhan energi harian sesuai
dengan aktivitas sehari-harinya.
1. Indeks
Massa Tubuh (IMT)
IMT
=
=
= 20,54 (normal)
2. Basal
Metabolic Rate (BMR)
BMR = (15,3 x
60) + 679
=
(918) + 679 = 1.597 kalori
3. Spesipic
Dynamic Action (SDA)
SDA = 10 %
BMR
=
159.7 kalori
4. Energi
Aktivitas Harian
Energi Aktivitas Harian = 1,7 x (BMR + SDA)
=
1,7 x (1597 + 159,7)
=
1,7 x (1.756,7)
=
2.986,39 ~
2.986 kalori
5. Energi
Latihan
a. Renang
Gaya bebas = 1 x 10
menit x 10 kalori = 100 kalori
Gaya punggung = 1 x 10 menit x
10 kalori = 100 kalori
Gaya dada = 1 x 10
menit x 10 kalori = 100 kalori
b. Bela
Diri = 1 x 60 menit x 12
kalori = 720 kalori
\
100 + 100 + 100 + 720 = 1020 kalori
\
= 145,7 kalori/hari ~
146 kalori/hari
Fathira
Eldiena F setiap hari membutuhkan
2.986 + 146
= 3132 kalori/hari
Comments
Post a Comment